Lahir di Ukraina , Dendi memulai permainan dalam dunia Gaming ketika kakak tertuanya menikah . Dimulai dari game pertamanya Counter-Strike , lalu dia memainkan Warcraft 3 atau biasa kita kenal Dota 1 dimana dia memulai tournament didaerahnya dan memenangkan kompetisinya dengan baik . Ketika dia telah berhasil dalam permainan Warcraft 3 dan menjuarai Champonships didaerahnya, Ukraina . Dengan permainan yang cepat dan memainkan secara eksklusif selama permainan .
Dimulai dengan belajar dan hanya menjadi supports , Iya berlatih sangat keras dan cepat dan akhirnya dapat membentuk timnya sendiri untuk tournaments di Ukraina . di Usianya yang telah menginjak 17 tahun dia sudah memulai terlihat keProfessionalannya dalam bermain Game .
Dendi memulai permainan Dota 2 dengan bergabung bersama Na'Vi , yang dengan cepatnya menetapkan diri sebagai pemain salah satu tim terbaik didunia dengan memenangkan Tournament Internasional 2011 . Navi terus mendominasi dan memenangkan banyak sekali tournaments ditahun 2011,2012, dan 2013. Dendi menjadi salah satu pusat perhatian Na'Vi karena memiliki Skill kreatif dalam membangun Item.
Dendi terkenal karena pemainan Hero Pudge dan Magnus terbukti dari video upload yang dapat kita saksikan diyoutube . Dalam video tersebut terlihat Dendi menggunakan skill "Hook" Pudge dengan baik , Belum lagi saat iya menggunakan Magnus Berhasil "COME BACK" dalam tournament.
Masa Lalu Daniel "Dendi"
Danil mungkin tidak terlahir dalam keluarga yang kaya raya, namun, Irina mengatakan bahwa semenjak kecil wajahnya selalu dihiasi oleh senyuman. Kondisi Ukraina memang tidak selalu baik dalam segi ekonomi maupun situasi mereka dengan Rusia, tapi semua hal tersebut tidak terlalu mengganggu pikiran Danil – setidaknya itulah yang kita lihat.
Dalam rangka untuk mempromosikan film Free to Play, Valve mengadakan sebuah sesi Q&A dengan Dendi dan Fear. Saat muncul pertanyaan mengenai bagaimana respon dirinya tentang perang yang sedang terjadi di Ukraina, Danil menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah lelucon; walaupun untuk sesaat rasa sedih terlihat dari ekspresi di wajahnya.
Sejak kecil kehidupan yang ia jalani memang tidak mudah. Ditengah kesulitan yang ia dan keluarga kecilnya alami, Danil dan keluarga termasuk dapat dibilang cukup beruntung karena keluarganya sudah memiliki komputer. Komputer tersebut didapatkan sebagai hadiah dari neneknya. Danil selalu menghabiskan waktunya di depan komputer, keluarganya sampai harus menyembunyikan kabel power komputer tersebut hanya untuk memaksa agar dirinya mau beristirahat.
Saat Artem Ishutin, kakak dari Danil, menikah dan pindah untuk tinggal bersama istrinya, dia harus membawa komputer tersebut untuk bekerja. Saat itu Danil harus kehilangan sumber kebahagiaannya. Nemun demikian justru itulah titik awal dari karirnya sebagai seorang gamer profesional.
Tidak adanya komputer untuk menemani waktu sengganggnya membuat Danil harus pergi ke internet cafe demi bermain game. Mulai dari Counter-Strike hingga Warcraft 3, keahlian Danil bermain berbagai game terus berkembang, bahkan dirinya sempat menjuarai beberapa turnamen lokal yang diadakan di sekitar Lviv. Walaupun telah memainkan banyak game online, tidak ada satupun game yang berhasil memotivasi Danil untuk menjadi seorang gamer profesional.
Saat bermain Dota untuk pertama kali, seperti layaknya seorang pemain DoTA pemula, Danil memilih untuk bermain sebagai support sebelum mempelajari berbagai hero lainnya. Dalam hitungan bulan, kemampuannya telah berkembang pesat hingga tiba saatnya Danil untuk harus membentuk timnya sendiri demi mengikuti turnamen IHCS1. Itulah awal mula ia memulai karirnya sebagai pemain profesional.
Jika dibandingkan dengan pemain profesional lainnya pada waktu itu, Danil masih terlihat seperti anak kecil, namun, kemampuannya dalam bermain telah membuat dirinya cukup disegani oleh banyak orang. Setelah berhasil memimpin timnya hingga berbagai turnamen besar di Kiev, nama Dendi mulai terkenal diantara pemain Eropa lainnya. Kepopuleran ini bahkan membuat dirinya direkrut oleh tim Wolker.Gaming saat dirinya masih berusia 17 tahun.
Sepanjang tahun 2006 sampai 2010, Danil telah merasakan bagaimana kerasnya persaingan antar pemain dalam tim DoTA. Setelah menjadi anggota dari beberapa tim yang berbeda, Danil sempat menjadi anggota dari tim nasional Ukraina dalam turnamen MYM Prime Nation sebelum akhirnya bergabung dengan Na’Vi (Natus Vincere) akhir tahun 2010. Satu hal yang menarik dari perjalanan karirnya pada waktu itu adalah statusnya yang masih sebagai mahasiswa aktif.
